Tampilkan postingan dengan label Pemesinan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemesinan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 November 2012

PENGELASAN, Tentang Las Listrik

http://inojohan.blogspot.com Pengelasan, tetang las listrik. Las alat yang digunakan untuk menyambung logam.


  • Prinsip Las
Penyambungan dua buah logam atau lebih untuk menjadi satu dengan atau pun tanpa bahan tambah dengan cara dilelehkan.


  • Pengertian Las Busur
Merupakan pengelasan lebur yang penyatuan logamnya dicapai dengan menggunakan panas dari busur listrik, busur listrik timbul karena adanya pelepasan muatan listrik melalui celah dalam rangkaian dan panas yang dihasilkan dapat menyebabkan gas pada celah tersebut mengalami ionisasi yang disebut plasma. Untuk mendapatkan nyala busur saat pengelasan harus menyentuhkan busur ke benda kerja dan dengan cepat dipisahkan dengan jarak yang pendek. Dalam pengelasan cairan logam terdiri atas logam dasar (induk) dan logam pengisi (bila diperlukan). Pengelasan busur kebanyakan digunakan untuk menambah volume atau untuk meningkatkan kekuatan sambungan lasnya dan memiliki bentuk
yang bergelombang. Kebanyakan pengelasan yang dilakukan dengan cara manual karena lebih fleksible, namun dengan pengelasan secara manual memiliki kelemahan, karena hasil pengelasan  tergantung dari keterampilan operatornya.


  • Prinsip Las Listrik
Penyambungan dua buah logam untuk menjadi satu dengan jalan melelehkan atau mencairkan dengan busur nyala listrik sebagai sumber panasnya. Dalam menggunakan tenaga listrik sebagai sumber untuk menyalakan busur listrik tersebut dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Las Tahanan Listrik.
  1. Las Busur Nyala Listrik.



  • Las Tahanan Listrik
Merupakan proses pengelasan yang dilakukan dengan mengalirkan arus listrik ke permukaan benda kerja yang akan dilas. Tahanan yang ditimbulkan oleh arus listrik pada benda kerja akan menimbulkan panas dan berguna untuk mencairkan permukaan sambung benda kerja.


  • Las Busur Nyala Listrik
Merupakan proses pengelasan yang dilakukan dengan cara mengubah arus listrik menjadi panas guna melelehkan atau mencairkan permukaan benda kerja dan untuk menyalakan busur listrik melalui elektroda.

Proses terjadinya arus listrik diatas diakibatkan karena adanya perbedaan tegangan listrik antara kedua kutubnya, yaitu benda kerja dengan elektroda yang disebut dengan tegangan nyala busur.


  • Elektroda
Elektroda merupakan salah satu bagian terpenting untuk proses pengelasan las listrik. Selama dalam proses pengelasan berlangsung elektroda yang digunakan akan habis. Elektroda ini memiliki berbagai jenis bahan dasar, sehingga untuk menentukan jenis elektroda yang tepat sangatlah penting, karena akan mempengaruhi hasil pengelasan. Elektroda ini digolongkan menjadi dua macam, yaitu elektroda polos dan elektroda yang berselaput.

Elektroda yang berselaput ini terdiri dari dua bagian yaitu bagian inti dan pelindung atau fluks. Untuk melapisi bagian inti dengan fluks dapat dilakukan dengan cara dicelup, disemprot dan destrusi. Dengan adanya fluks ini bertujuan untuk menghasilkan gas CO2 saat elektroda terbakar agar melindungi cairan atau lelehan logam las.


  • Keuntungan Adanya Fluks
  1. Dapat membuat torak pelindung yang gunanya untuk mengurangi kecepatan pendinginan, agar hasil pengelasannya tidak rapuh.
  2. mencegah terjadinya oksida dan nitrad logam dalam proses pengelasan berlangsung.
  3. menyetabilkan busur api dan mengarahkan busur api agar mudah dikontrol.

Elektroda polos biasanya berupa gulungan, elektroda akan dapat digunakan dengan cara menekan blander saat proses pengelasan. Dalam penggunaannya elektroda polos harus menggunakan gas CO2 guna melindungi cairan logam las-an dari udara luar.

  • Sumber Daya Dalam Pengelasan Busur
Dapat berupa:
* Arus searah (Direct Current)
* Arus bolak-balik (Alternating Current)
Mesin las yang dengan arus bolak-balik hanya dapat digunakan untuk pegelasan logam ferrous, sedangkan mesin las yang mengunakan arus searah dapat digunakan untuk mengelas semua jenis logam dan memiliki hasil pengelasan yang lebih baik.


Kamis, 29 November 2012

CNC MESIN PEMBUAT MESIN






http://inojohan.blogspot.com CNC mesin pembuat mesin, CNC mesin dengan teknologi yang canggih masa kini.


  • Pengertian Mesin CNC

Dengan perkembangan teknologi komputer masa kini yang telah mengalami kemajuan yang amat pesat. Dan dalam perkembangan selanjutnya teknologi komputer telah diaplikasikan kedalam alat-alat perkakas mesin, seperti diantaranya mesin bubut, mesin frais, mesin bor. Hasil dari perpaduan antara teknologi komputer dan teknologi mekanik inilah yang kemudian dikenal dengan nama mesin CNC ( Computer Numerically-Controlled). Dalam sistem pengoprasian pada mesin CNC ini menggunakan program yang dikontrol langsung oleh komputer. Pada umumnya kontruksi pada mesin perkakas CNC dan sistim kerjanya yang lebih sinkron antara komputer dengan mekaniknya. Bila kita membandingkan dengan mesin perkakas konvensional akan banyak sekali  keuntungan bila kita memakai mesin CNC, seperti lebih teliti ( accurate ), lebih tepat ( presisi ), luwes ( fleksible ) dan mesin jenis ini cocok sekali untuk produk masal, sehingga dalam dunia industri sudah banyak yang mulai beralih untuk memggunakan mesin CNC untuk meningkatkan kualitas produknya, dan juga untuk meningkatkan pelayanan untuk konsumennya.

Dari  keterangan diatas dapat kita simpulkan . Mesin CNC (Computer Numerically Controlled) merupakan  suatu mesin yang dalam proses kerjanya dikontrol oleh komputer dengan munggunakan bahasa numerik (perintah gerakan dengan menggunakan kode angka & huruf ).

  • Prinsip Kerja Mesin Bubut CNC TU-2A
Mesin bubut CNC TU-2A mempunyai gerakan dasar kearah melintang dan horisontal dengan sistem koordinat sumbu X dan Z.
Prinsip kerja mesin bubut CNC TU-2A adalah benda kerja yang terpasang pada cekam (Chuck) berputar sedangkan alat potongnya diam.
Untuk arah gerakan pada mesin bubut CNC TU-2A diberikan lambang X dan Z.

  •   Sumbu X merupakan lambang gerakan melintang tegak lurus terhadap sumbu putar.
  •  Sumbu Z merupakan lambang gerakan horisontal yang sejajar dengan sumbu putar.
Untuk lebih jelas lihat pada gambar dibawah ini.





  • Prisip Kerja Mesin Milling CNC TU-3A
Mesin milling CNC TU-3A ini menggunakan sistim persumbuan dengan dasar sistim koordinat Carthesius (arah jarum jam). Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah:














Prinsip kerja mesin milling CNC TU-3A adalah pisau berputar, sedangkan benda kerja yang terpasang pada  meja bergerak kearah melintang atau horisontal. Untuk arah gerakan prsumbuannya diberikan lambang X, Y dan Z.

  • Sumbu X merupakan gerak untuk arah horisontal.
  • Sumbu Y merupakan gerak untuk arah melintang.
  • Sumbu Z merupakan gerak untuk arah naik - turun.

  • Bagian Mekanik Mesin Bubut CNC TU-2A
1. Motor Utama
Motor Utama merupakan motor penggerak cekam (Chuck) untuk memutar benda kerja . Motor ini adalah motor jenis arus searah (DC) dengan kecepatan putar yang variable.


2. Eretan (Support)
Eretan adalah gerak persumbuhan jalannya mesin.




3. Step motor
Step Motor adalah montor penggerak eretan,tiap eretan memiliki montor sendiri, yakni eretan sumbu X atau pun sumbu Z.
Jenis dan ukuran masing-masing step montor  adalah sama.
Identifikasi dari step montor adakah:

  • Jumlah putaran 72 langkah
  • Momen putaran 0,5 Nm
  • Kecepatan gerakan:
  1. Gerak cepat maksimum 700 mm.
  2. Gerak penguprasian manual 5 - 400 mm/menit.
  3. Gerak pengoprasian CNC terprogram 2 - 499 mm/menit.
4. Rumah Alat Potong (Revolver/Toolturret)
Rumah alat potong pada mesin bubut CNC TU-2A digunakan untuk menjepit alat-alat potong yang akan digunakan untuk mengerjakan benda kerja. Revolver/toolturret ini digerakan oleh step motor yang dapat berputar secara manual atau terprogram. 






5. Cekam (Chuck)
Cekam digunakan untuk menjepit benda kerja yang akan dikerjakan . Cekam ini dihubungkan langsung dengan spindel utama dengan motor penggerak melalui sabuk.

6. Kepala Lepas (Tailstock)
Kepala lepas adalah alat bantu mesin yang digunakan untuk mendukung proses pengerjakan benda kerja, seperti untuk mereamer, mengebor dan dapat juga digunakan untuk menopang benda kerja.

7. Meja Mesin (Slidding Bed)
Meja mesin ini berfungsi sebagai papan luncur gerakan dari eretan mesin, untuk itu jagalah kebersihannya agar tidak mempengaruhi hasil benda kerjanya.

8. Bagian Pengendali/Kontrol
Bagian pengendali/kontrol ini merupakan box kontrol mesin CNC  yang berisikan tombol-tombol dan skalar yang dilengkapi juga dengan layar monitor. Seperti gambar dibawah:



Rabu, 28 November 2012

MESIN BUBUT, tentang mesin bubut

http://inojohan.blogspot.com mesin bubut, semua tentang mesin bubut.


  • PENGERTIAN MESIN BUBUT
Mesin bubut merupakan salah satu mesin perkakas yang prinsip kerjanya memotong benda dengan cara diputar. Kata bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerak putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerak translasi dari pahat disebut gerak umpan.

Dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan kecepatan translasi pahat maka akan diperoleh berbagai macam ulir dengan ukuran kisar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menukar roda gigi translasi yang menghubungkan poros spindel dengan poros spindel.

Roda gigi penukar telah disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan dalam pembuatan ulir. Jumlah gigi tiap roda gigi penukar bervariasi yang besarnya mulai dari jumlah 15 sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda gigi penukar dengan jumlah gigi 127 mempunyai kekhususan karena digunakan dari ulir metrik ke ulir inci.


  • BAGIAN-BAGIAN DARI MESIN BUBUT
1. Tuas pengatur kecepatan

  • Merupakan transportir dan sumbu pembawa yang fungsinya untuk mengatur kecepatan transportir dan sumbu pembawa.
2. Pelat tabel

  • Fungsinya sebagai pedoman untuk mengatur tuas-tuas pada mesin bubut.
3. Chuck ( Penjepit )

  •  Berfungsi sebagai letak benda kerja pada mesin bubut dengan cara dijepit.
4. Tuas pengatur kecepatan

  •  Tuas ini berfungsi sedagai alat untuk mengatur kecepatan putaran sumbu utama pada mesin bubut.
5. Eretan

  •   Merupakan alat pengatur gerakan pahat bubut.
6. Keran

  • Digunakan untuk menyalurkan colant.
7.  Kepala lepas

  • Berfungsi sebagai kedudukan chuck bor dan juga senter jalan.
8. Tuas penghubung otomatis

  • Tuas ini memiliki fungsi untuk mengerakan eretan secara otomatis.
9. Montor

  • Montor berfungsi sebagai sumber pengerak utama pada mesin bubut.
10. Rem

  • Digunakan untuk menghentikan putaran chuck ( penjepit ).
11. Tool post

  •  Ini digunakan sebagai tempat meletakan pahat.



  • PRINSIP KERJA MESIN BUBUT
Memotong atau menyayat benda kerja yang diputar dengan cara disentuhkan kepahat dengan  kecepatan putaran tertentu . poros spindel memutar benda kerja melalui piringan pembawa yang kemudian memutar roda gigi pada poros spidel, melalui roda gigi penghubung putaran akan dilanjutkan ke roda gigi poros ulir dan oleh klem ulir , putaran poros ulir tersebut diubah menjadi gerak translsasi pada eretan yang membawa pahat sehingga pada benda kerja akan terjadi proses penyayatan.